Bank Mega Syariah mencatat pertumbuhan positif dalam penyaluran pembiayaan emas, dengan kinerja lebih dari 756 persen hingga Maret 2026 dibandingkan dengan Desember 2025. Hal ini didorong oleh minat tinggi masyarakat terhadap investasi emas. Benadicto Alvonzo Ferary, Kepala Divisi Digital Bisnis & Manajemen Produk Bank Mega Syariah, menyampaikan bahwa minat terhadap produk pembiayaan emas Flexi Gold cukup tinggi di Jabodetabek dan kota-kota besar di Jawa dan Sumatera. Melalui Flexi Gold, Bank Mega Syariah bertujuan untuk memperluas akses masyarakat dalam memiliki emas secara bertahap, dengan cicilan yang ringan dan terjangkau.
Jakarta mendominasi pasar dengan kontribusi terbesar mencapai 41,79 persen dari total nilai booking nasional, diikuti oleh Tangerang dan Palembang. Selain itu, pembiayaan emas ini juga diminati di kota-kota lain seperti Bandung, Semarang, Depok, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Medan, dan sekitarnya. Benadicto mengungkapkan bahwa profil investasi emas saat ini mengalami perubahan signifikan, dengan emas dianggap sebagai perlindungan nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi.
Dalam kondisi ekonomi global yang tidak stabil, emas dianggap mampu menjaga daya beli dan memberikan stabilitas nilai aset. Emas juga dikenal sebagai instrumen investasi jangka panjang yang relatif stabil. Benadicto menambahkan bahwa pergeseran perilaku investor telah membuat emas menjadi instrumen utama dalam strategi investasi jangka panjang. Emas tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai alat proteksi nilai yang penting dalam portofolio investasi.


