Presiden Prabowo Subianto telah mengumpulkan sejumlah menteri, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Airlangga Hartarto menyatakan bahwa salah satu hal yang akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo adalah mengenai efisiensi di berbagai kementerian dan lembaga. Terkait dengan hal ini, pemerintah juga sedang mempertimbangkan skema work from anywhere (WFA) sebagai bagian dari upaya efisiensi.
Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa dalam rapat terbatas nanti akan dibahas kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk pemotongan anggaran yang ditunda untuk kegiatan yang dianggap tidak memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Langkah-langkah efisiensi anggaran ini difokuskan pada pengeluaran yang dapat ditunda sementara waktu, seperti rapat yang dianggap tidak efektif. Kedua menteri tersebut juga tidak memberikan detail rapat yang akan dilakukan namun menegaskan pentingnya mengantisipasi kondisi APBN dan subsidi yang diperlukan.
Rapat ini mempertimbangkan langkah-langkah strategis dalam mengatur anggaran guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Langkah-langkah efisiensi seperti ini perlu diambil untuk mengendalikan belanja dan menjaga agar semua kegiatan pemerintahan tetap optimal. Diharapkan dengan adanya rapat ini, efisiensi anggaran yang diterapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.


