Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sedang menyelidiki 86 kamera pengawas (CCTV) di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus. Dari 86 titik kamera pengawas yang sedang diselidiki, termasuk kamera dari sistem ETLE, Diskominfotik, Dinas Perhubungan, dan milik warga. Dalam proses analisis, ditemukan 2.610 gambar video dengan durasi 10.320 menit, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan analisis sementara, terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sebelum kejadian. Mereka diketahui bergerak dari wilayah Jakarta Selatan menuju titik kumpul awal di Jalan Merdeka Timur sebelum kemudian mengikuti korban ke Jalan Diponegoro dan Jalan Salemba 1. Kejadian ini terjadi pada Kamis (12/3) pukul 23.37 WIB di persimpangan Jalan Talang wilayah Jakarta Pusat. Rekaman CCTV yang jelas menjadi bukti yang sangat membantu dalam proses penyelidikan dan penyidikan.
Polda Metro Jaya berkomitmen untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dengan dukungan dari banyak CCTV yang terpasang di jalur-jalur utama maupun alternatif di wilayah Jakarta. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa penyelidik sedang bekerja ekstra keras di lapangan untuk mengungkap identitas dan menangkap pelaku aksi kriminal tersebut. Semua langkah diambil dengan pendekatan ‘scientific crime investigation’ untuk memastikan keadilan dan keamanan dalam kasus ini.


