Pemerintah diperintahkan untuk mendengarkan masukan publik dalam rangka memulihkan kinerja IHSG Bursa Efek Indonesia. Direktur Celios, Bhima Yudhistira, menjelaskan bahwa melemahnya IHSG disebabkan oleh preseden negatif yang terjadi baru-baru ini, terutama terkait tata kelola BPI Danantara. Investor diimbau untuk berhati-hati terhadap struktur Danantara dan proses penunjukan Thaksin Shinawatra sebagai Dewan Penasihat. Faktor internal, seperti demonstrasi penolakan RUU TNI, juga diyakini turut mempengaruhi kestabilan politik dan kepercayaan investor. Bhima menyarankan agar pemerintah melakukan perbaikan dalam membangun kepercayaan publik guna menghindari dampak negatif terhadap pasar saham dan FDI. Meskipun Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, percaya bahwa struktur pengurus Danantara tidak menjadi penyebab koreksi IHSG, dan CEO Rosan Perkasa Roeslani optimis bahwa ini akan membawa kebaikan bagi ekonomi Indonesia. Meski demikian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai bahwa koreksi IHSG lebih dipengaruhi oleh dinamika pasar. IHSG pada akhir perdagangan Senin melemah 96,96 poin atau 1,55 persen ke posisi 6.161,22, sementara LQ45 turun 11,00 poin atau 1,59 persen ke posisi 681,02.








