Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) hasil Pemilu 2024, Donald Trump, akan segera dilantik sebagai bagian dari proses pergantian kepemimpinan. Pelantikan ini akan menjadi yang ke-60 dalam sejarah AS dan menandai periode kedua Trump sebagai Presiden. Trump akan menjadi presiden kedua AS yang menjabat di dua periode terpisah setelah Presiden Grover Cleveland. Selain itu, ia akan menjadi presiden pertama yang dihukum karena pelanggaran hukum dan presiden tertua kedua yang menjabat sebagai Panglima Tertinggi.
Pelantikan akan dilaksanakan di Gedung Kongres AS pada 20 Januari 2025, dimulai pukul 12 siang waktu setempat. Upacara ini akan menandai awal dari masa jabatan Trump sebagai Presiden AS yang kedua. Rangkaian acara pelantikan ini akan menjadi perhatian dunia karena pentingnya transisi kekuasaan di negara tersebut.
Acara pelantikan akan diawali dengan prosesi menuju Gedung Kongres, diikuti oleh upacara sumpah jabatan Wakil Presiden terpilih. Kemudian, Donald Trump akan mengambil sumpah sebagai Presiden AS di bagian barat Gedung Kongres, dilanjutkan dengan pidato pelantikan untuk memaparkan visi dan tujuan kepemimpinannya. Setelah pelantikan, Presiden yang lengser akan menjalani upacara pengunduran diri dan penerimaan presiden baru yang termasuk penandatanganan tindakan resmi pertama.
Acara selanjutnya termasuk jamuan makan siang perdana dan parade pelantikan. Sejak 1953, tradisi jamuan makan siang di Gedung Kongres AS telah diadakan untuk Presiden, Wakil Presiden, dan tamu-tamu, dengan menu yang mencerminkan asal-usul negara yang diwakili. Parade pelantikan akan mengakhiri rangkaian acara dengan Presiden dan Wakil Presiden menuju Gedung Putih melalui Pennsylvania Avenue. Momen pelantikan Trump pada 2025 ini dijadwalkan menjadi peristiwa bersejarah yang patut dinanti.








