Pasar saham Indonesia masih menunjukkan daya tariknya meskipun ada penurunan rating oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Goldman Sachs. Hal ini disampaikan oleh analis pasar modal dan pendiri Stocknow.id, Hendra Wardana. Namun, investor asing cenderung memilih pasar yang lebih likuid dan memiliki kepastian kebijakan ekonomi, sementara ketidakpastian dalam negeri membuat mereka lebih berhati-hati. Untuk mendapatkan kembali kepercayaan investor asing, regulator dan pemerintah perlu mengambil langkah konkret seperti memberikan kepastian kebijakan fiskal dan moneter, serta meningkatkan transparansi melalui reformasi kebijakan.
Menurut Hendra, penurunan peringkat pasar saham Indonesia mencerminkan kekhawatiran investor global terhadap pasar domestik. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan antara lain ketidakpastian ekonomi global, perang dagang AS-China, dan perlambatan konsumsi dalam negeri. Morgan Stanley telah memangkas peringkat saham Indonesia dari equal weight menjadi underweight, sementara Goldman Sachs menurunkan peringkat aset investasinya di Indonesia. Pada penutupan perdagangan terakhir, IHSG mengalami penurunan.
Diperlukan langkah-langkah konkret dari regulator dan pemerintah untuk meningkatkan kepercayaan investor asing terhadap pasar saham Indonesia. Reformasi kebijakan, kepastian kebijakan fiskal dan moneter, serta peningkatan transparansi dianggap penting untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas pasar. Semua pihak perlu bekerja sama agar pasar saham Indonesia dapat kembali menarik minat investor asing dan memperkuat posisinya di kawasan Asia Tenggara.


