Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan mengalami penurunan pada hari Selasa ini, mengikuti pelemahan bursa saham di kawasan Asia dan global. IHSG dibuka dengan melemah 93,71 poin atau 1,42 persen ke posisi 6.504,50, sedangkan Indeks LQ45 juga turun 11,71 poin atau 1,58 persen ke posisi 728,17. Analis dari Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak mendatar dengan kemungkinan menurun. Goldman Sachs telah menurunkan peringkat saham Indonesia dari overweight menjadi market weight dan merevisi peringkat obligasi Indonesia, hal ini dapat memicu aksi jual khususnya oleh investor asing.
Di luar negeri, Presiden AS Donald Trump belum memberikan komentar terkait dampak kebijakan tarifnya terhadap pasar, menyebabkan ketidakpastian dan risiko resesi ekonomi AS. Tarif balasan China terhadap impor AS telah mulai berlaku, sementara AS juga berencana menerapkan tarif baru pada logam tertentu. Bursa saham Eropa juga mengalami penurunan pada hari Senin, dipicu oleh aksi jual besar-besaran di sektor teknologi karena ketidakpastian kebijakan perdagangan AS.
Kondisi ini juga mempengaruhi bursa saham Wall Street yang mengalami penurunan. Indeks S&P 500 dan Nasdaq mengalami penurunan signifikan, menandai kerugian harian terburuk dalam beberapa waktu. Dow Jones juga turun secara signifikan. Di Asia, indeks Nikkei, Shanghai, Kuala Lumpur, dan Strait Times juga melemah. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar saham global sedang mengalami tekanan signifikan. Copyright © ANTARA 2025


