Thursday, October 8, 2026
HomeHukumPassport Index 2026: Paspor Indonesia Peringkat 56 Dunia

Passport Index 2026: Paspor Indonesia Peringkat 56 Dunia

Paspor Indonesia berada di peringkat ke-56 dunia dalam Passport Index Global Ranking 2026, dengan Mobility Score 89. Angka itu menempatkan Indonesia di bawah sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia yang kini menempati posisi kedua dunia bersama Singapura.

Malaysia masuk tiga besar

Berdasarkan data Passport Index 2026, Uni Emirat Arab (UEA) menjadi pemilik paspor dengan mobilitas tertinggi, yakni peringkat pertama dengan skor 182. Singapura dan Malaysia menyusul di posisi kedua dengan skor yang sama, 175. Spanyol berada di peringkat ketiga dengan skor 174.

Posisi Malaysia meningkat dibandingkan pemeringkatan 2025. Pemegang paspor negara tersebut dapat mengakses 175 destinasi, yang terdiri atas 129 destinasi bebas visa dan 46 destinasi dengan fasilitas visa on arrival. Sebanyak 23 destinasi lainnya masih mensyaratkan visa bagi warga Malaysia.

Komposisi akses tersebut membawa Malaysia ke jajaran teratas pemeringkatan mobilitas paspor global. Dalam indeks ini, Mobility Score menghitung berbagai bentuk kemudahan perjalanan, termasuk akses bebas visa dan visa saat kedatangan.

Paspor Indonesia di peringkat ke-56

Pemegang paspor Indonesia tercatat memiliki akses ke 89 destinasi berdasarkan Passport Index 2026. Akses itu mencakup 49 destinasi bebas visa dan 40 destinasi yang menyediakan visa on arrival. Sejumlah destinasi juga memberikan fasilitas electronic travel authorization (eTA), sementara 109 destinasi masih menetapkan visa sebagai syarat masuk.

Dengan skor tersebut, Indonesia berada di bawah Thailand yang menempati peringkat ke-53 dengan Mobility Score 93. Timor-Leste berada di posisi ke-46, sedangkan Brunei Darussalam juga tercatat memiliki peringkat lebih tinggi. Artinya, dalam pemeringkatan ini, posisi Indonesia masih berada di bawah Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Timor-Leste, dan Thailand di kawasan Asia Tenggara.

Kekuatan paspor umumnya berkaitan dengan luasnya akses perjalanan yang diberikan negara lain. Hubungan diplomatik, kesepakatan bilateral, kebijakan imigrasi, perdagangan, pariwisata, serta kerja sama antarnegara dapat memengaruhi kemudahan mobilitas warga. Namun, peringkat paspor bukan ukuran tunggal untuk menilai kekuatan ekonomi atau kualitas suatu negara. Setiap indeks memiliki metode dan indikator yang berbeda.

Perbedaan Passport Index dan Henley Passport Index

Hasil Passport Index 2026 tidak dapat langsung disamakan dengan Henley Passport Index 2026. Dalam pemeringkatan Henley, Malaysia berada di peringkat ketujuh dunia dengan akses ke 183 destinasi tanpa visa sebelumnya. Indonesia berada di peringkat ke-69 dengan akses ke 70 destinasi dalam kategori yang sama.

Perbedaan angka itu terjadi karena kedua indeks menggunakan dasar penghitungan berbeda. Passport Index memakai Mobility Score yang mencakup beberapa bentuk akses perjalanan, sedangkan Henley berfokus pada jumlah destinasi yang dapat dimasuki tanpa visa sebelumnya. Karena itu, penyebutan peringkat paspor perlu disertai nama indeks dan tahun pemeringkatannya.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler