Pedagang Cermin Meninggal Setelah Terlibat Kericuhan di Pejompongan
Pedagang cermin bernama Bambang Setiyawan meninggal dunia setelah terlibat dalam kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Kejadian ini diketahui oleh istrinya, Sudarsi, yang menceritakan kronologinya dengan detail.
Peristiwa di Pejompongan
Pada hari Kamis, sebelum kejadian tragis itu terjadi, Bambang dan Sudarsi masih berada di tempat usaha mereka hingga sore hari. Namun, karena melihat massa berdatangan dan situasi mulai memanas, Sudarsi meminta suaminya untuk menutup toko lebih awal.
Setelah menutup toko, mereka kembali ke rumah. Anak mereka kemudian datang bersama seorang warga yang sakit dan meminta untuk diantar ke rumah sakit. Anak mereka pun mengantar, sementara Bambang dan Sudarsi tetap di rumah.
Kepergian yang Meninggalkan Kesedihan
Saat situasi menjadi lebih aman, Bambang kemudian memutuskan untuk keluar rumah, seperti yang biasa dilakukannya untuk melihat situasi keramaian. Namun, ia tidak kembali hingga larut malam, membuat keluarga khawatir dan mencari keberadaannya.
Setelah sejumlah upaya pencarian, keluarga akhirnya mendapat informasi bahwa Bambang telah dibawa ke RS Polri dan diduga telah meninggal dunia. Meskipun belum diketahui secara pasti hasil pemeriksaan, keluarga langsung menjalani proses pemakaman setelah shalat Jumat.
Sebelum kejadian itu, pihak pemerintah setempat juga turut memberikan dukungan dan kunjungan kepada keluarga untuk memastikan kondisi mereka pasca-kejadian.


