Saturday, July 18, 2026
HomeFinansialRupiah Terkoreksi Akibat Sensitivitas Geopolitik di Timur Tengah

Rupiah Terkoreksi Akibat Sensitivitas Geopolitik di Timur Tengah

Rupiah Melemah akibat Eskalasi Geopolitik di Timur Tengah

Jakarta – Nilai tukar rupiah pada Rabu pagi melemah 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.984 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan eskalasi geopolitik di Timur Tengah dapat menekan nilai tukar rupiah.

Serangan AS ke Iran sebagai Balasan atas Serangan Kapal-Kapal Komersial

Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan baru ke Iran sebagai balasan atas serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi tersebut sebagai respons terhadap serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz.

Laporan media nasional Iran IRIB menyebutkan sebuah kapal Qatar, Al-Rekayyat, menjadi sasaran serangan setelah berusaha melewati Selat Hormuz melalui jalur Oman dengan dukungan Angkatan Laut AS.

Penyebab Lainnya: Data Cadangan Devisa Indonesia Meningkat

Data cadangan devisa Indonesia juga menjadi faktor yang memengaruhi nilai tukar rupiah. Bank Indonesia melaporkan bahwa cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 mencapai 145,6 miliar dolar AS, naik tipis dari posisi sebelumnya.

Posisi cadangan devisa Indonesia ini terutama didorong oleh penerimaan pajak dan jasa. Namun, perkembangan ini terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia.

Rupiah diprediksi akan berkisar antara Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar AS mengingat faktor-faktor tersebut. Investor juga mengantisipasi kenaikan indeks kepercayaan konsumen yang diperkirakan mencapai 125.

Dengan posisi cadangan devisa yang stabil, diharapkan nilai tukar rupiah dapat tetap terkendali meskipun adanya gejolak di pasar keuangan global.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler