Thursday, October 15, 2026
HomeBursaIHSG Berpotensi Menguat dengan Sentimen Domestik dan Global

IHSG Berpotensi Menguat dengan Sentimen Domestik dan Global






<a href="https://portalnu.com/2026/10/14/ihsg-menguat-pasar-cermati-sentimen-global-dan-domestik/">IHSG</a> Berpotensi Menguat Seiring Sentimen Domestik dan Global

IHSG Berpotensi Menguat Seiring Sentimen Domestik dan Global

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa berpotensi bergerak menguat dipicu oleh sentimen dari tingkat domestik dan global. Hari ini, IHSG dibuka menguat 17,50 poin atau 0,30 persen ke posisi 5.933,57. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,60 poin atau 0,27 persen ke posisi 586,08.

Sentimen Positif IHSG

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyatakan bahwa secara teknikal, IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan dan menguji level 6.000. Dari dalam negeri, terdapat dua perusahaan yang melangsungkan Initial Public Offering (IPO) dengan sahamnya mencapai Auto Reject Atas (ARA), yang berpotensi menopang penguatan IHSG pada perdagangan hari ini.

Di sisi lain, volume dan nilai transaksi pada perdagangan Senin kemarin relatif sepi, dengan total volume lebih dari 19,6 miliar saham dan nilai transaksi lebih dari Rp9,4 triliun. Hal ini diduga karena perdagangan lebih didominasi oleh investor domestik dan minimnya katalis positif.

Outlook Pasar Global

Dari luar negeri, bursa kawasan Asia mencatat rekor tertinggi baru, didukung oleh reboundnya saham chip setelah mengalami penurunan sebelumnya. Kemajuan diplomatik di kawasan Timur Tengah serta penurunan harga minyak juga berkontribusi dalam meningkatnya minat pasar pada perdagangan kecerdasan buatan (AI).

Di samping itu, indeks PMI sektor jasa ISM di AS turun pada bulan Juni menjadi 54,0, namun masih menunjukkan ekspansi solid dalam aktivitas jasa AS. Harga minyak juga cenderung melemah, sedangkan U.S. 10-year Bond Yield turun menjadi 4,469 persen.

Pada perdagangan Senin kemarin, bursa Eropa dan Wall Street mayoritas bergerak variatif, menunjukkan adanya ketidakpastian pasar global. Sementara bursa saham regional Asia pagi ini juga mengalami perubahan variatif dalam indeks masing-masing.

Pewarta: Muhammad Heriyanto

Editor: Evi Ratnawati

Copyright © ANTARA 2026


Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler