Thursday, October 8, 2026
HomeBursaIHSG Menguat: Investor Tunggu Risalah The Fed dan Cadev Domestik

IHSG Menguat: Investor Tunggu Risalah The Fed dan Cadev Domestik

Sentimen Eksternal dan Internal Mempengaruhi Pergerakan IHSG

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore berhasil menguat di tengah pergerakan pasar yang dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan internal. IHSG ditutup naik 40,29 poin atau 0,69 persen ke posisi 5.916,07, sementara indeks LQ45 naik 2,70 poin atau 0,46 persen ke posisi 584,48.

Sikap Hati-Hati Pelaku Pasar Terhadap Risalah The Fed

Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus atau Nico, sentimen eksternal dan internal menjadi faktor dominan dalam pergerakan IHSG. Dari mancanegara, pasar Asia bergerak variatif dengan pelaku pasar yang sedang menantikan risalah bank sentral Amerika Serikat, The Fed, serta data ekonomi China yang akan dirilis pekan ini.

Nico menjelaskan bahwa pelaku pasar saat ini cenderung hati-hati dalam menantikan risalah pertemuan kebijakan The Fed, yang diharapkan dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek suku bunga. Selain itu, data pekerjaan non-pertanian AS yang hanya meningkat 57.000 pada Juni 2026 juga menjadi sorotan pasar.

Sentimen Negatif Aksi Profit Taking di Pasar Dalam Negeri

Di sisi lain, dari dalam negeri, sentimen pasar dibayangi oleh aksi profit taking setelah tiga hari berturut-turut mengalami kenaikan. Pelaku pasar juga menantikan rilis cadangan devisa Juni 2026, yang dijadwalkan akan dirilis pada Selasa.

Data cadev menjadi sorotan karena akan memberikan gambaran ketahanan dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Pasar khawatir cadev akan mengalami penurunan berdasarkan rilis sebelumnya, di mana cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 lebih rendah dibandingkan dengan posisi April 2026.

Dibuka menguat, IHSG berhasil bertahan di zona positif hingga penutupan perdagangan saham. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor energi menjadi yang terkuat naik sebesar 0,94 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan barang konsumen non primer yang juga menguat.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar antara lain LAPD, NTBK, BELL, YUPI, dan SKBM, sedangkan saham-saham dengan pelemahan harga terbesar adalah FORU, KDTN, ECII, LUCY, dan DLTA. Frekuensi perdagangan saham mencapai 1.613.000 kali transaksi dengan jumlah saham diperdagangkan senilai Rp9,42 triliun.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler