Rupiah Menguat Berkat Kebijakan BI
Nilai tukar rupiah pada Jumat pagi menguat 59 poin atau 0,33 persen menjadi Rp17.930 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya. Rupiah masih mendapat dukungan dari keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen.
Respons Positif Pasar
Menurut Muhammad Amru Syifa dari Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), penguatan rupiah dipicu oleh respons positif pasar terhadap kebijakan BI. Investor asing memberikan respon yang baik atas kenaikan suku bunga tersebut, meningkatkan minat terhadap aset domestik, dan menjaga optimisme pelaku pasar terhadap pasar keuangan Indonesia.
Sementara itu, dari sisi eksternal, rupiah masih dihadapkan pada tekanan dari penguatan dolar AS akibat data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang menunjukkan inflasi lebih tinggi dari perkiraan. Data ini memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Pasar juga memantau perkembangan negosiasi antara AS dan Iran.
Harapan Terhadap Kesepakatan AS-Iran
Harapan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran berpotensi meredakan ketegangan geopolitik dan menjaga stabilitas pasokan energi global. Ini dapat membantu menekan harga minyak dunia, mengurangi tekanan terhadap devisa Indonesia, dan memberikan sentimen positif bagi rupiah. Namun, karena belum ada kesepakatan final, pelaku pasar masih bersikap hati-hati.
Secara keseluruhan, rupiah diperkirakan akan bergerak di rentang Rp17.850-Rp17.980 per dolar AS. Perkembangan lebih lanjut terkait faktor-faktor ini tetap menjadi sorotan pasar keuangan.


