Saturday, July 18, 2026
HomeFinansialPeningkatan BI-Rate Dorong Investasi Asing ke SRBI dan SBN

Peningkatan BI-Rate Dorong Investasi Asing ke SRBI dan SBN

Aliran Modal Asing ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia dan Surat Berharga Negara Mencapai Rp19,02 Triliun Setelah Kenaikan BI-Rate

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran masuk modal asing (foreign inflows) ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp19,02 triliun pada 10 dan 11 Juni 2026 setelah kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen.

Aliran Modal Asing Meningkat Setelah Kenaikan BI-Rate

Inflow nonresiden ke SRBI dan SBN masing-masing tercatat sebesar Rp15,11 triliun dan Rp3,91 triliun. Menurut Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, aliran masuk modal asing mengalami perkembangan positif setelah kenaikan BI-Rate, didukung oleh daya tarik instrumen keuangan domestik.

Destry juga menyebutkan bahwa obligasi internasional Danantara berhasil mencapai penjualan perdana sebesar Rp26,9 triliun, menunjukkan kepercayaan investor terhadap aset-aset domestik.

Respons Pasar Terhadap Kebijakan Bank Sentral Indonesia

Nilai tukar rupiah pada Jumat (12/6) menguat menjadi Rp17.865-17.875 per dolar AS setelah kenaikan BI-Rate. Destry mengatakan bahwa respons pasar yang positif terhadap kebijakan bank sentral Indonesia meliputi kenaikan BI-Rate, penguatan struktur suku bunga SRBI, insentif hedging swap bagi investor asing, akses repo untuk mendukung likuiditas perbankan, serta operasi moneter rupiah dan valuta asing yang lebih intens.

Kerja Sama Keuangan dan Penguatan Eksternal

Ketahanan eksternal semakin diperkuat melalui kerja sama keuangan antara BI, People’s Bank of China (PBOC), dan Hong Kong Monetary Authority (HKMA). Sinergi tersebut tidak hanya meningkatkan ketahanan keuangan negara masing-masing, tetapi juga stabilitas keuangan regional secara luas.

Langkah-langkah seperti penguatan Bilateral Currency Swap Agreement (BCSA) dan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral melalui Local Currency Transactions (LCT) diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

BI akan terus hadir di pasar untuk memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Dengan berbagai langkah yang diambil, rupiah diprediksi akan terus menguat terhadap dolar AS menuju level fundamentalnya.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler