Program SPHP Jagung Pakan Diharapkan Meringankan Biaya Produksi Peternak Unggas
Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog telah memulai program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dengan menyalurkan 250 ton jagung pakan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Tujuan dari program ini adalah untuk membantu meringankan biaya produksi peternak unggas di daerah tersebut.
Penyaluran Program SPHP di Magetan
Direktur SPHP Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa program SPHP jagung pakan telah dimulai di Magetan dan diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi peternak unggas. Harga jagung pakan yang disalurkan melalui program ini lebih terjangkau daripada harga pasar, sehingga diharapkan dapat membantu peternak dalam mengelola biaya pakan.
Maino turut menyaksikan pelepasan distribusi perdana jagung program SPHP di Gudang Gulun Magetan bersama Perum Bulog dan Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti. Harga dan kualitas jagung pakan yang disalurkan melalui program SPHP dijamin lebih baik daripada jagung biasa yang tersedia di pasaran.
Langkah Operasional Program SPHP
Program SPHP jagung pakan di Magetan dimulai dengan purchase order (PO) sebanyak 250 ton oleh dua koperasi peternak setempat. Total alokasi jagung pakan untuk wilayah Magetan mencapai 7.900 ton dan akan didistribusikan secara bertahap hingga akhir tahun 2026.
Harga jagung pakan yang disalurkan kepada peternak tidak akan melebihi Rp5.500 per kilogram. Selain itu, Bapanas juga melakukan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk meningkatkan penyerapan telur langsung dari peternak guna mengatasi penurunan harga telur di pasaran.
Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menyambut baik program penyaluran jagung pakan tersebut dan berharap dapat membantu peternak di daerahnya menjaga keberlangsungan usaha. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Bapanas dan Bulog atas kontribusi mereka dalam mengatasi masalah pakan ternak di Magetan.


