Menteri Transmigrasi: Kesejahteraan Masyarakat Ukuran Keberhasilan Program Transmigrasi Saat Ini
Jakarta (ANTARA) – Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa tingkat keberhasilan program transmigrasi saat ini bukan lagi dilihat dari jumlah penduduk yang dipindahkan, melainkan dari berapa banyak masyarakat yang dapat meningkatkan kesejahteraannya.
Ia menekankan bahwa saat ini pendekatan transmigrasi harus lebih terfokus pada menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Sekarang, desain pengembangan setiap kawasan transmigrasi harus disesuaikan dengan karakter dan potensi wilayahnya.
Pendekatan Pembangunan Berbasis Potensi Ekonomi Lokal
Menteri Iftitah menjelaskan bahwa Kementerian Transmigrasi kini lebih mengedepankan pengembangan kawasan berdasarkan potensi ekonomi lokal masing-masing daerah. Misalnya, kerja sama dengan SKK Migas untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja masyarakat lokal di sekitar proyek minyak dan gas di Kalimantan Timur.
Penekanan juga diberikan pada pengembangan ekonomi kreatif dan pasar digital di beberapa kawasan transmigrasi bersama Kementerian Ekonomi Kreatif, dengan tujuan utama menyediakan lapangan kerja yang berkelanjutan.
Transmigrasi Berbasis Bottom-Up
Menteri Transmigrasi juga menekankan bahwa pendekatan transmigrasi saat ini dilakukan secara bottom-up, yang berarti ada usulan dari pemerintah daerah untuk mengembangkan ekonomi daerahnya. Pemerintah akan memberikan prioritas pada daerah yang komitmennya kuat dalam memperbaiki kondisi kemiskinan dan mendukung pengembangan ekonomi masyarakat secara luas.
Sebagai informasi tambahan, Kementerian Transmigrasi melaporkan bahwa sebanyak 1.394 kepala keluarga telah mengikuti program transmigrasi sepanjang 2025, termasuk program transmigrasi lokal dan Transmigrasi Karya Nusantara. Pemerintah juga telah menurunkan angka kemiskinan ekstrem dari 1,26 persen pada Maret 2024 menjadi 0,78 persen pada September 2025.


