KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global
Jakarta (ANTARA) – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan I 2026 tetap terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global seiring eskalasi konflik di Timur Tengah (Timteng).
Eskalasi Konflik Global
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers di Jakarta menyatakan bahwa dinamika penyelesaian konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pasar keuangan global, terutama terhadap lonjakan harga energi. Hal ini membuat KSSK terus melakukan asesmen terhadap kinerja perekonomian dan sektor keuangan sebagai langkah mitigasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang meningkat.
Tumbuh dengan Stabil di Triwulan Pertama
Menkeu Purbaya mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi domestik cukup bagus di triwulan pertama, mencapai 5,61 persen. Meskipun kondisi global masih tidak pasti, pemerintah tetap akan memberikan stimulus tambahan kepada perekonomian di triwulan kedua tahun 2026. Belanja modal dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui berbagai program dan proyek pembangunan yang diperlukan.
Dari sisi fiskal, percepatan belanja cukup kuat, terutama melalui pencairan tunjangan hari raya (THR) dan berbagai program bantuan sosial. APBN berperan penting sebagai shock absorber terhadap gejolak harga minyak dunia dan perekonomian global, memastikan pertumbuhan ekonomi domestik tetap stabil.
Target Pertumbuhan Ekonomi
Purbaya menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini adalah 6,4 persen, namun pemerintah berupaya untuk mendorong pertumbuhan tersebut lebih tinggi. Melalui strategi yang terkoordinasi dengan baik, diharapkan Indonesia dapat terus tumbuh secara positif hingga akhir tahun.


