Rupiah Menguat 34 Poin di Awal Perdagangan Hari Ini
Jakarta – Nilai tukar rupiah pada Rabu pagi menguat 34 poin atau 0,20 persen menjadi Rp17.390 per dolar AS. Hal ini dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan akan menurunkan intensitas serangan ke Iran, sehingga membuat pasar regional menguat.
Penguatan Rupiah Dampak Pernyataan Trump
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menyatakan bahwa penguatan rupiah pada pagi ini dipengaruhi oleh penurunan intensitas serangan ke Iran menurut pernyataan Presiden Trump. Hal ini juga membuat mayoritas mata uang regional menguat, seiring dengan harga minyak dan indeks dolar yang melandai.
Trump mengatakan bahwa ia akan menunda Project Freedom yang bertujuan menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz guna melihat apakah kesepakatan damai dengan Iran dapat tercapai. Blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, dan Project Freedom akan dijeda untuk sementara guna memfinalisasi kesepakatan damai.
Sentimen Positif dari Pertumbuhan Ekonomi dan Suku Bunga
Sentimen positif juga datang dari domestik, yaitu euforia pasar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Harapan akan peningkatan suku bunga oleh Bank Indonesia juga memberikan dukungan bagi rupiah pada kuartal ini.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen secara tahunan pada triwulan I 2026. Meskipun secara triwulanan terkontraksi 0,77 persen dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Hal ini memberikan indikasi positif bagi pasar terkait kondisi ekonomi Indonesia.
Demikianlah perkembangan terkini terkait pergerakan nilai tukar rupiah di awal perdagangan hari ini yang dipengaruhi oleh berbagai faktor baik dari regional maupun domestik.


