Monday, May 18, 2026
HomeBursaIHSG menguat: Telusuri tren bursa Asia dan global

IHSG menguat: Telusuri tren bursa Asia dan global

IHSG Menguat Mengikuti Bursa Asia dan Global

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kenaikan pada hari Rabu, mengikuti tren positif bursa saham di kawasan Asia dan global. IHSG dibuka menguat 29,23 poin atau 0,41 persen menjadi 7.086,34. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga mengalami kenaikan 3,48 poin atau 0,51 persen menjadi 685,06.

Analisis Teknikal IHSG

Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus atau yang akrab disapa Nico, IHSG berpotensi mengalami kenaikan terbatas dengan level support dan resistance antara 6.950 hingga 7.160. Hal ini dikemukakan dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari sisi geopolitik global, mulai terjadi penurunan tensi, terutama setelah Amerika Serikat (AS) berusaha mengurangi eskalasi dan lebih memfokuskan perhatian pada perlindungan kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz. Meskipun demikian, kesepakatan untuk membuka Selat Hormuz masih jauh dari kenyataan, dengan lebih dari 1.550 kapal komersial terjebak di wilayah tersebut.

Penurunan tensi antara AS dan Iran juga berdampak pada penurunan harga minyak dunia. Data ekonomi AS menunjukkan penurunan, seperti ISM Services Index yang turun menjadi 53,6 pada April 2026 dari sebelumnya 54, serta ISM Services Prices Paid yang tetap tinggi di level 70,7, menandakan biaya bahan baku yang masih cukup tinggi.

Situasi Ekonomi Indonesia

Di sisi lain, ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan 5,61 persen year on year (yoy) pada kuartal I 2026. Inflasi juga tetap terjaga pada level 2,42 persen (yoy) pada bulan April 2026. Sementara itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatat defisit sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB per 31 Maret 2026.

Bank Indonesia (BI) pun telah mengambil langkah-langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi, seperti penguatan intervensi di pasar valas, menarik aliran modal asing, serta mengawasi aktivitas valas perbankan dan korporasi. Upaya ini diharapkan dapat menstabilkan nilai tukar Rupiah dan mengendalikan volatilitas pasar.

Hasil dari upaya tersebut masih menunggu respons pasar, namun diharapkan BI terus memberikan langkah-langkah yang efektif untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia dalam jangka pendek.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler