Pertumbuhan Ekonomi Kepulauan Riau Tertinggi se-Pulau Sumatera
Tanjungpinang (ANTARA) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) triwulan I-2026 tumbuh sebesar 7,04 persen atau tertinggi se-Pulau Sumatera jika dibanding triwulan I-2025 yang tumbuh sebesar 5,16 persen.
Kepala BPS Kepri, Toto Haryanto Silitonga, menyatakan bahwa perekonomian Kepri pada triwulan I-2026 yang diukur berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp99,38 triliun, dan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp57,65 triliun.
Struktur Ekonomi Kepri
Struktur ekonomi Kepri pada triwulan I-2026 masih didominasi oleh industri pengolahan (42,42 persen), diikuti oleh sektor konstruksi (19,59 persen), dan perdagangan besar, eceran reparasi mobil serta sepeda motor (9,66 persen). Pertumbuhan pada triwulan ini juga didorong oleh kategori industri pengolahan yang memberikan kontribusi sebesar 2,50 persen.
Faktor Pendukung Pertumbuhan
Pesatnya pertumbuhan pusat kawasan industri, terutama di Kota Batam, turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kepri. Dari sisi pengeluaran, komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) memiliki andil pertumbuhan sebesar 3,02 persen, sementara komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga memberikan andil sebesar 1,80 persen.
Meskipun demikian, perekonomian Kepri pada triwulan I-2026 mengalami kontraksi sebesar 3,54 persen dibandingkan dengan triwulan IV-2025. Kontraksi terbesar terjadi pada sektor konstruksi dan pertambangan, masing-masing dengan kontribusi negatif sebesar 1,36 persen dan 1,00 persen.
Komponen pengeluaran konsumsi pemerintah dan PMTB juga memberikan kontribusi negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri pada periode tersebut.
Secara regional, PDRB Kepri triwulan I-2026 memberikan kontribusi sebesar 7,30 persen terhadap PDRB di Pulau Sumatera.


