Kementerian PU Percepat Pembangunan Tol Kayuagung-Palembang-Betung
Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengakselerasi pembangunan Jalan Tol Kayuagung-Palembang-Betung untuk memperkuat konektivitas utama Jalan Tol Trans Sumatera. Proyek ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Sumatera.
Proyek Jalan Tol Strategis
Proyek pembangunan Jalan Tol Kayuagung-Palembang-Betung memiliki total panjang 111,69 km dan menjadi bagian krusial dari Jalan Tol Trans Sumatera. Dua seksi prioritas, yaitu Seksi 1 Kramasan-Sungai Rengas dan Seksi 2 Sungai Rengas-Pangkalan Balai, ditargetkan selesai pada kuartal III 2026. Jalan Tol tersebut memiliki peran penting dalam menghubungkan Palembang dengan wilayah utara Sumatera Selatan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, fokus utama saat ini adalah pada Seksi 1 dan 2 proyek tersebut. Seksi-seksi ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas Palembang menuju wilayah utara Sumatera Selatan dan meningkatkan arus logistik lintas provinsi. Saat ini, progres pembangunan Seksi 1 dan 2 tersebut berjalan sesuai target dengan persentase pembebasan lahan dan konstruksi yang signifikan.
Manfaat Signifikan Bagi Masyarakat
Pembangunan Jalan Tol Kayuagung-Palembang-Betung dilakukan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Hutama Karya (Persero). Proyek ini memiliki nilai investasi sekitar Rp14,98 triliun dengan masa konsesi selama 50 tahun. Harapannya, kehadiran jalan tol ini tidak hanya memangkas waktu perjalanan, tetapi juga memperlancar distribusi logistik, menurunkan biaya transportasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Selatan.
Ruas Tol Kayuagung-Palembang-Betung akan menjadi infrastruktur vital dalam memperkuat jaringan utama Jalan Tol Trans Sumatera dan meningkatkan mobilitas orang dan barang di Pulau Sumatera. Dengan dukungan penuh dari Kementerian PU, diharapkan pembangunan proyek ini dapat terselesaikan sesuai jadwal demi kepentingan masyarakat luas.


