Pemerintah Fokus pada Stabilitas Harga Pangan dari Produsen Hingga Konsumen
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga pangan dari tingkat produsen hingga konsumen. Upaya ini dilakukan untuk melindungi petani, memastikan pasokan pangan, serta menjaga keterjangkauan bagi masyarakat.
Kepala Bapanas dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan apresiasi atas kondisi pangan yang relatif stabil usai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Terus memperkuat intervensi dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha di tahun ini juga menjadi fokus pemerintah.
Penjagaan Harga Pangan dan Pengendalian Inflasi
Komitmen pemerintah dalam menjaga harga pangan tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan kondisi stabil tersebut. Harga ayam pedaging hidup dan telur ayam ras, misalnya, terus dipantau oleh Bapanas.
Untuk menjaga stabilitas harga pangan, pemerintah berupaya agar harga di tingkat produsen tidak turun terlalu jauh dan harga di tingkat konsumen tetap terjangkau bagi masyarakat. Hal ini juga diharapkan dapat membantu mengontrol inflasi secara keseluruhan.
Program Stabilisasi Harga Pangan dan Distribusi Pangan
Bapanas bersama Perum Bulog telah memulai program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk jagung pakan guna membantu menekan biaya produksi peternak dan mengatasi fluktuasi harga. Program ini menyasar lebih dari 5 ribu peternak di 26 provinsi dengan estimasi penyaluran sebanyak 213,1 ribu ton.
Selain itu, Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) juga menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menyalurkan stok cabai dari daerah surplus ke daerah yang mengalami fluktuasi harga. FDP stok cabai dari daerah produsen seperti Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara diharapkan dapat membantu menyeimbangkan harga cabai di Indonesia Timur yang masih tinggi.
Tren penurunan inflasi pada April 2026, khususnya pada komponen harga pangan, menunjukkan bahwa tekanan harga pangan mulai mereda pasca HBKN Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Berbagai langkah yang diambil pemerintah dalam memperkuat intervensi harga pangan memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga pangan secara keseluruhan.


