Sunday, May 17, 2026
HomeFinansialBank Mega Syariah: Laba Sebelum Pajak Q1 2026 Naik 51,67%

Bank Mega Syariah: Laba Sebelum Pajak Q1 2026 Naik 51,67%

Bank Mega Syariah Catat Pertumbuhan Laba Sebelum Pajak 51,67 Persen pada Kuartal I 2026

Bank Mega Syariah mencatat pertumbuhan laba sebelum pajak sebesar 51,67 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp52,72 miliar pada kuartal I 2025 menjadi Rp79,97 miliar pada kuartal I 2026. Peningkatan kinerja ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang mencapai Rp191,60 miliar, meningkat lebih dari 20 persen (yoy).

Fokus Penguatan Bisnis dan Efisiensi Operasional

Hanie Dewita, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Mega Syariah, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari fokus perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional. Bank Mega Syariah terus mengoptimalkan strategi bisnis dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan pengelolaan biaya dana. Perusahaan juga terus memperkuat layanan kepada nasabah melalui inovasi produk dan sinergi ekosistem.

Penyaluran Pembiayaan dan Penghimpunan Dana

Hingga akhir Maret 2026, total penyaluran pembiayaan Bank Mega Syariah mencapai lebih dari Rp9,26 triliun, tumbuh lebih dari 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perseroan mencapai lebih dari Rp10 triliun. Perusahaan fokus memperkuat bisnis pembiayaan dengan pertumbuhan pendapatan berbasis piutang dan bagi hasil.

Pendapatan dari piutang meningkat menjadi lebih dari Rp118 miliar atau tumbuh sekitar 40,9 persen (yoy), sementara pendapatan dari bagi hasil juga mengalami kenaikan sebesar 4,7 persen (yoy) menjadi lebih dari Rp114,73 miliar.

Optimalisasi Struktur Pendanaan dan Manajemen Risiko

Bank Mega Syariah melakukan optimalisasi struktur pendanaan guna menjaga efisiensi biaya dana, yang berkontribusi terhadap peningkatan margin. Selain itu, efisiensi operasional juga menyatakan perbaikan dengan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang menurun.

Perusahaan tetap memperhatikan dinamika risiko pembiayaan dan berkomitmen untuk memperkuat manajemen risiko, menjaga kualitas aset, serta mengembangkan bisnis secara selektif dan berkelanjutan. Bank Mega Syariah optimis kinerja positif ini dapat terjaga hingga akhir tahun.

Sumber: ANTARA

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler