Bitcoin Kembali Menguat dan Tembus 80.000 Dolar AS
Mata uang digital Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan kekuatan dengan mencapai level 80.000 dolar AS pada Selasa. Hal ini merupakan yang tertinggi dalam tiga bulan terakhir sejak Januari 2026. Vice President Indodax Antony Kusuma menyatakan bahwa kenaikan Bitcoin disebabkan oleh adanya dorongan dari dua faktor penting.
Dorongan dari Arus Dana Institusional dan Sentimen Global
Menurut Antony Kusuma, Bitcoin mendapatkan dorongan dari arus masuk dana institusional yang signifikan melalui ETF Bitcoin, mencapai 625 juta dolar AS dalam satu hari perdagangan. Selain itu, sentimen global yang semakin membaik turut mempengaruhi kenaikan Bitcoin. Minat terhadap aset berisiko meningkat di tengah likuiditas pasar kripto yang membaik dan ketidakpastian geopolitik yang meningkat.
Momentum positif ini tercermin dari lonjakan aktivitas pasar, dengan volume perdagangan harian mencapai sekitar 48 miliar dolar AS. Total aset dalam ETF Bitcoin menurut data CoinMarketCap mencapai 105 miliar dolar AS, menunjukkan kepercayaan investor institusional yang semakin tinggi.
Kecenderungan Bullish di Pasar Kripto
Momentum penguatan Bitcoin menunjukkan kecenderungan bullish di pasar kripto. Meskipun demikian, investor perlu hati-hati dalam mengamati dinamika pasar yang terus berubah. Konsistensi likuiditas pasar dan faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi dan geopolitik global akan mempengaruhi keberlanjutan momentum ini.
Antony Kusuma berharap masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan momentum pasar dengan bijak. Manajemen risiko tetap menjadi hal yang penting dalam mengambil keputusan di pasar kripto yang tetap volatil.


