Saturday, June 13, 2026
HomeBisnisProgres Bendungan Bagong 59,49%: Tinjauan Wapres

Progres Bendungan Bagong 59,49%: Tinjauan Wapres

Jakarta (ANTARA) – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) membuktikan kemampuannya dengan mencapai progres pembangunan Bendungan Bagong Paket III di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, hingga mencapai 59,49 persen. Angka ini tercatat saat Wakil Presiden RI (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan tinjauan.

Progres Lebih Cepat dari Target

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menjelaskan bahwa pencapaian ini jauh melampaui target rencana sebesar 56,56 persen. Ini menjadi bukti dari perencanaan, inovasi, dan kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan dalam proyek tersebut.

“PTPP berkomitmen untuk menyelesaikan proyek Bendungan Bagong tepat waktu dengan fokus pada kualitas, keselamatan kerja, dan keberlanjutan,” ujar Joko dalam keterangan resminya.

Manfaat Bendungan Bagong

Bendungan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung ketahanan air dan peningkatan produktivitas pertanian. Dengan kapasitas tampung sebesar 17,4 juta meter kubik, bendungan ini diproyeksikan mampu menyuplai air irigasi untuk 977 hektare lahan pertanian di Daerah Irigasi Bagong.

Selain itu, Bendungan Bagong juga akan menyediakan air baku sebesar 153 liter per detik dan berperan dalam mengendalikan banjir di Kabupaten Trenggalek.

Proyek Bendungan Bagong Paket III ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp402,31 miliar dengan masa pelaksanaan selama 1.473 hari kalender sejak 20 Desember 2024.

Tantangan Teknis

PTPP menghadapi tantangan teknis dalam pembangunan bendungan ini karena konstruksi bertumpu pada lapisan koluvial yang memerlukan rekayasa khusus untuk menjaga stabilitas struktur. Untuk mengatasi tantangan tersebut, PTPP menerapkan inovasi konstruksi guna meningkatkan efisiensi pekerjaan dan menjaga standar keselamatan.

Dalam kunjungan Wapres Gibran, ia menekankan pentingnya percepatan penyelesaian proyek agar manfaat bendungan dapat dirasakan oleh masyarakat, terutama petani dan warga Trenggalek.

Gibran juga menyoroti sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan untuk menjamin kelancaran pembangunan. Kunjungan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler