Sunday, June 14, 2026
HomeBisnisPeningkatan Kerja Sama Ekosistem Lintas Perbatasan di China

Peningkatan Kerja Sama Ekosistem Lintas Perbatasan di China

Perusahaan China Memperdalam Kerja Sama Ekosistem Lintas Perbatasan

Di kantor Kang Dingwu, manajer umum sebuah perusahaan teknologi di China timur, sebuah peta dunia yang ditandai dengan pin berwarna-warni menggambarkan jejak global yang semakin meluas. Perusahaan tersebut, sebuah perusahaan manufaktur milik swasta di Jiangsu, mencatatkan nilai ekspor ke negara-negara yang berpartisipasi dalam Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra sebesar 556 juta yuan pada 2025, melonjak 40 persen secara tahunan.

Permintaan yang tumbuh pesat di seluruh Asia Tenggara telah mendorong perusahaan-perusahaan China untuk menciptakan ruang pasar baru. Tarif preferensial di dalam Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN, didukung oleh sertifikat asal barang, mempertajam daya saing perusahaan-perusahaan China, sementara prosedur bea cukai yang disederhanakan memastikan pengiriman pesanan tepat waktu ke luar negeri.

Lonjakan Pesanan dan Ekspansi Bisnis

Jiangsu Zhongyi Food Co., Ltd. mengalami lonjakan pesanan dari pasar ASEAN setelah uji coba ekspor bebek utuh beku pada akhir 2025. Meningkatnya perusahaan-perusahaan seperti ini mencerminkan pertumbuhan sektor manufaktur yang lebih luas. Di Distrik Xishan, Wuxi, kendaraan-kendaraan listrik diproduksi dengan kecepatan tinggi untuk memenuhi permintaan global.

Pada tahun 2026, peringatan lima tahun Kemitraan Strategis Komprehensif China-ASEAN memperkuat hubungan perdagangan. Baik perusahaan-perusahaan yang sudah mapan maupun pendatang baru mulai menggarap pasar ASEAN, dengan segmen teknologi tinggi menjadi penggerak utama pertumbuhan.

Transformasi Digital dan Kolaborasi Hijau

Para pakar memandang momentum ini sebagai struktural, dengan sektor manufaktur, energi baru, dan ekonomi digital menjadi bidang investasi terkemuka. China dan ASEAN telah menjadi mitra dagang terbesar, dengan prospek perdagangan bilateral yang cerah.

Perusahaan-perusahaan China, seperti Jiangsu Dingsheng New Energy Materials Co., Ltd., telah memperluas jangkauan ekspor ke pasar ASEAN. Sertifikat asal barang dan kebijakan dukungan turut mempercepat ekspansi bisnis perusahaan-perusahaan tersebut.

Pemimpin bisnis melihat masa depan perdagangan dan investasi didorong oleh digitalisasi dan transformasi hijau. China mendesak pemanfaatan komplementaritas industri untuk membangun ekonomi berbasis daya komputasi, pusat keuangan hijau, dan platform perdagangan digital di seluruh kawasan.

Bea Cukai Nanjing berkomitmen untuk menyederhanakan regulasi dan memanfaatkan kebijakan yang mendukung untuk membantu perusahaan memperluas ekspansi regional mereka. Ini diharapkan akan mempertahankan tren pertumbuhan hubungan ekonomi yang kuat antara China dan Asia Tenggara.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler