Semen Indonesia (Persero) Raih Laba Rp80 Miliar di Kuartal I 2026
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melaporkan laba periode berjalan sebesar Rp80 miliar yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal I 2026, meskipun menghadapi tekanan dalam industri semen domestik. Kinerja positif ini didukung oleh peningkatan volume penjualan, pendapatan, dan transformasi bisnis yang dilaksanakan perusahaan.
Volume Penjualan Meningkat, Pendapatan Naik
Pada kuartal I 2026, SIG mencatat peningkatan volume penjualan menjadi 8,71 juta ton, naik 1,7 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini didorong oleh pertumbuhan penjualan domestik, terutama dari segmen semen kantong yang meningkat 11 persen. Sementara itu, penjualan regional mengalami kontraksi.
Dari sisi pendapatan, SIG mencatat pendapatan sebesar Rp8,29 triliun dengan laba sebelum pajak mencapai Rp156 miliar. Laba operasi yang diukur melalui EBITDA juga mengalami kenaikan menjadi Rp1,06 triliun. Kinerja positif ini menandai tren baik yang terus berlanjut sejak kuartal IV 2025.
Strategi Transformasi Bisnis SIG
Vita Mahreyni, Corporate Secretary SIG, mengungkapkan bahwa transformasi bisnis SIG difokuskan pada peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, dan optimalisasi produk turunan semen. Selain itu, perusahaan juga mendorong ekspansi pasar ekspor untuk memperkuat kinerja.
Melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Taiheiyo Cement Corporation, SIG telah menyelesaikan pembangunan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor di Tuban, Jawa Timur. Diharapkan, ekspor akan menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga pertumbuhan kinerja perusahaan.


