Pemerintah Bersiap untuk Intervensi Penyelesaian Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Jakarta (ANTARA) – Pemerintah tengah menyiapkan langkah intervensi guna menyelesaikan proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, dalam konferensi pers di Jakarta.
Intervensi Fokus pada Keberlanjutan Operasional Kereta Cepat
Dony menjelaskan bahwa penyelesaian finansial proyek Whoosh harus difokuskan pada keberlanjutan operasional kereta cepat ini ke depannya. Diketahui bahwa operasional Whoosh telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian, sehingga beban utang tidak bisa hanya dibebankan kepada operator semata.
Beliau menekankan bahwa keterlibatan pemerintah dalam penyelesaian ini diperlukan, karena membebani kereta api saja tidak cukup untuk menanggung beban finansial proyek Whoosh.
Bentuk Intervensi dan Keputusan Restrukturisasi
Adapun terkait bentuk intervensi yang disiapkan, Dony menyatakan bahwa rinciannya akan diungkap setelah pihaknya merampungkan koordinasi dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Sementara CEO Badan Pengelola Investasi (BPI), Danantara Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa keputusan restrukturisasi secara administratif telah diputuskan dan hanya menunggu momentum pengumuman.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sebelumnya menyatakan bahwa restrukturisasi utang proyek Whoosh sudah selesai dan tinggal diumumkan. Langkah ini diambil untuk menjaga hubungan bilateral jangka panjang antara Indonesia dan China, serta menjaga kepercayaan di antara kedua negara.
Pemerintah telah menyampaikan hasil restrukturisasi kepada Pemerintah China sebagai langkah penting dalam kerja sama bilateral kedua negara.
Selengkapnya dapat dibaca di sini.


