Monday, May 18, 2026
HomeFinansialParadoks Pertumbuhan Kredit CORE: Optimisme Dua Digit vs Realita yang Lambat

Paradoks Pertumbuhan Kredit CORE: Optimisme Dua Digit vs Realita yang Lambat

Tahun ini, pertumbuhan kredit masih berpotensi mencapai dua digit meskipun ada kemungkinan perlambatan permintaan di sektor riil. Direktur Riset Bidang Keuangan dan Ekonomi Digital Center of Reform on Economics (CORE), Etika Karyani Suwondo, menjelaskan bahwa pertumbuhan yang lebih tinggi dari target Bank Indonesia 8-12% kemungkinan besar disebabkan oleh pencairan kredit yang sebelumnya telah disetujui. Pada Maret 2026, pertumbuhan kredit perbankan tumbuh sebesar 9,49% secara tahunan, didorong oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi. Etika menilai bahwa penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) dan likuiditas yang tinggi telah mempengaruhi pertumbuhan kredit perbankan, meskipun tidak sepenuhnya didorong oleh permintaan riil. Dampak konflik global seperti Perang AS-Israel dan Iran juga menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, Etika mengingatkan untuk melakukan mitigasi risiko sejak dini terhadap berbagai indikator risiko yang muncul, termasuk potensi kredit macet di sektor energi dan logistik. Menyusul kondisi ekonomi global yang serba tidak menentu, indikator risiko seperti nilai tukar rupiah dan arus modal keluar juga perlu diwaspadai. Etika juga meminta kolaborasi antara bank dan P2P lending serta perhatian terhadap sektor energi dan harga energi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi perlambatan pertumbuhan kredit di masa depan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler