Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) membuka pintu kerja sama dengan beberapa mitra strategis di Amerika Serikat untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dalam negeri. Menurut Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, Amerika Serikat memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif secara global, terutama dalam subsektor seperti film Hollywood. Indonesia pun terus mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif di dalam negeri, dengan menghadirkan kawasan-kawasan strategis seperti KEK Singasari di Malang dan Nongsa Digital Park di Batam. Meneri Riefky juga menyampaikan bahwa Kementerian Ekraf mempersiapkan World Conference on Creative Economy (WCCE) yang akan diselenggarakan pada Oktober 2026, sebagai upaya untuk mengembangkan ekonomi kreatif global.
Kedutaan Besar RI di Amerika Serikat siap bekerja sama dengan Kementerian Ekraf untuk menjalin kerjasama dengan mitra strategis Amerika Serikat. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, menyambut baik upaya Kementerian Ekraf dalam memajukan ekonomi kreatif dalam negeri. Dia juga mengajak untuk terus berkomunikasi sebelum penyelenggaraan WCCE pada bulan Oktober, dengan harapan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi kreatif nasional. Pertemuan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amerika Serikat menjadi komitmen Kementerian Ekraf dalam membuka peluang kerja sama internasional untuk mengembangkan nilai ekonomi kreatif nasional dan meningkatkan pelatihan bagi pelaku ekonomi kreatif di Indonesia.


