Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah terus mengembangkan strategi untuk menjaga kesehatan fiskal negara dengan menutup potensi defisit anggaran melalui penghematan belanja dan evaluasi program yang dianggap kurang penting. Setelah menghadiri rapat koordinasi di Kementerian Pertahanan, Jakarta, ia menegaskan bahwa pengelolaan fiskal dilakukan dalam kerangka waktu tahunan, sehingga defisit harus diperhitungkan secara menyeluruh dalam satu tahun anggaran. Upaya pengendalian belanja telah dilakukan sebelum adanya dinamika global, termasuk potensi konflik internasional. Pemerintah secara berkala mengevaluasi pos anggaran di semua kementerian dan lembaga. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah memperketat izin perjalanan dinas, terutama ke luar negeri, dengan persetujuan yang lebih selektif untuk memastikan penggunaan anggaran yang efektif. Belanja yang dianggap tidak mendesak ditunda, seperti pembangunan gedung yang tidak berdampak langsung pada kinerja kementerian atau lembaga. Prasetyo menambahkan bahwa proses evaluasi anggaran dilakukan dengan mengidentifikasi program yang kurang produktif dan mengalihkan fokus pada belanja yang lebih prioritas melalui koordinasi antara Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Keuangan. Dengan strategi ini, pemerintah berharap dapat menjaga defisit tetap terkendali dan memastikan efisiensi penggunaan anggaran negara.


