Thursday, October 15, 2026
HomeFinansialProyeksi BI-Rate Tahan di Level RDG, Dampak Tekanan Eksternal Tinggi

Proyeksi BI-Rate Tahan di Level RDG, Dampak Tekanan Eksternal Tinggi

Sejumlah ekonom sepakat bahwa Bank Indonesia (BI) kemungkinan akan tetap mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Maret 2026. Kondisi ini diprediksi sebagai respons terhadap tekanan eksternal yang masih kuat dan berpotensi mempengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah. Kepala Ekonom BCA, David Sumual, menekankan pentingnya menjaga daya tarik aset rupiah di tengah tekanan eksternal yang signifikan. Konflik berkelanjutan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta outlook rating kedaulatan Indonesia juga menjadi faktor penentu terhadap nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, Faisal Rachman dari Permata Bank menyebutkan bahwa konflik yang berlarut-larut dapat memicu kenaikan harga minyak global dan inflasi secara keseluruhan. Revisi prospek pemotongan suku bunga The Fed menyebabkan ruang pemotongan BI-Rate semakin terbatas, dengan prediksi pemangkasan suku bunga BI-Rate hanya terjadi sekali pada tahun ini. Namun, jika tensi geopolitik meningkat dan harga minyak tetap tinggi, peluang pemotongan suku bunga akan semakin berkurang bahkan bisa berubah menjadi sikap yang lebih hawkish.

Pengamat ekonomi dari Indef, M Rizal Taufikurahman, melihat adanya potensi penguatan rupiah yang masih ada, tetapi faktor eksternal yang kuat masih akan mempengaruhi dalam jangka pendek. Penguatan rupiah akan lebih solid apabila stabilitas global membaik, didukung oleh fundamental domestik yang terjaga dengan baik. Sementara Teuku Riefky dari LPEM FEB UI mencatat arus keluar modal dari Indonesia yang meningkat dalam 30 hari terakhir. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah juga mengindikasikan ketidakpastian terhadap prospek ekonomi Indonesia dalam jangka pendek yang dipengaruhi oleh faktor arus modal dan tekanan nilai tukar.

Meskipun rupiah mengalami depresiasi dalam beberapa bulan terakhir, penurunan tersebut masih tergolong moderat jika dibandingkan dengan mata uang negara lain. Bank Indonesia berperan aktif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Namun, terdapat potensi peningkatan tekanan depresiasi rupiah jika BI memangkas suku bunga acuannya, terutama mengingat dampak dari perang AS-Iran yang memberikan tekanan inflasi dan membatasi ruang untuk pemangkasan suku bunga lebih lanjut.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler