Wednesday, August 19, 2026
HomeBisnisPenyesuaian Rencana: Smelter Nikel HPAL Pomalaa Ditarget Beroperasi Q3 2026

Penyesuaian Rencana: Smelter Nikel HPAL Pomalaa Ditarget Beroperasi Q3 2026

PT Vale Indonesia Tbk telah menargetkan agar smelter nikel berbasis high pressure acid leaching (HPAL) di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, dapat beroperasi lebih awal dari jadwal semula. Rencananya, fasilitas ini akan mulai beroperasi pada kuartal ketiga tahun 2026, meskipun sebelumnya dijadwalkan untuk kuartal keempat tahun yang sama. Hal ini disampaikan oleh Head of Corporate Finance and Investor Relations PT Vale Indonesia Tbk, Andaru Brahmono Adi, dalam suatu acara di Jakarta.

Smelter nikel HPAL di Pomalaa diproyeksikan akan menghasilkan sekitar 120 ribu ton nikel dalam bentuk MHP atau Mixed Hydroxide Precipitate. Produk MHP ini berupa bubuk berwarna hijau-abu-abu yang mengandung campuran nikel dan kobalt hidroksida, dan menjadi bahan baku utama dalam pembuatan baterai kendaraan listrik (EV). Saat ini, empat dari lima mesin yang diperlukan untuk proyek smelter nikel HPAL Pomalaa sudah terpasang, menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Andaru juga menekankan bahwa aktivitas pertambangan di Blok Pomalaa mampu menghasilkan bijih nikel sebanyak 7 juta wet metric ton (wmt) saprolite dan 21 juta wmt limonite per tahun. Dia juga mengungkapkan bahwa langkah-langkah ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan, dari operasi dengan satu tambang dan satu smelter, kini PT Vale Indonesia sudah mengoperasikan tiga tambang. Harapannya, dalam waktu dekat akan dapat memulai pengoperasian smelter-smelter baru. Dengan demikian, dukungan dari para mitra terhadap keberhasilan proyek smelter nikel HPAL di Pomalaa semakin meningkat.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler