PT PLN Indonesia Power (PLN IP) mencatat peningkatan produksi energi bersih berbasis biomassa sebesar 1.101,59 GWh sepanjang tahun 2025, naik 16 persen dari tahun sebelumnya. Pencapaian ini merupakan hasil dari program co-firing dengan biomassa di seluruh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang dikelola perusahaan. Biomassa yang digunakan berasal dari berbagai limbah pertanian dan industri, seperti serbuk kayu, cangkang sawit, sekam padi, dan limbah lainnya. Pemanfaatan biomassa ini tidak hanya menciptakan energi bersih, tetapi juga mendukung prinsip ekonomi sirkular dengan mengonversi limbah menjadi sumber energi ramah lingkungan.
Selain itu, implementasi co-firing ini juga berhasil mengurangi emisi karbon secara signifikan. PLN IP berhasil menekan emisi sebesar 1.259.696 ton CO2 avoided hingga akhir tahun 2025. Hal ini merupakan dukungan terhadap target penurunan emisi nasional dan peningkatan penggunaan energi baru dan terbarukan. PLN IP menegaskan komitmennya dalam mempercepat pemanfaatan energi hijau dan menjaga keandalan sistem kelistrikan.
Strategi pemanfaatan biomassa juga memberikan dampak positif pada aspek ekonomi dengan memperkuat rantai pasok domestik dan mendukung sektor pertanian serta industri pengolahan limbah. Perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan implementasi co-firing sebagai bagian dari strategi transisi energi secara berkelanjutan. Hal ini merupakan upaya untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan, sejalan dengan target energi baru dan terbarukan nasional serta upaya dekarbonisasi jangka panjang.
Melalui capaian ini, PLN IP menegaskan perannya sebagai perusahaan yang adaptif dan berorientasi pada keberlanjutan, dengan mengintegrasikan keandalan operasional dan tanggung jawab lingkungan dalam setiap langkah bisnisnya. Komitmen perusahaan dalam menghasilkan energi bersih menjadi bukti nyata bahwa PLN IP terus memperjuangkan transformasi hijau yang berkelanjutan.


