PT Akulaku Finance Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Direktur Perry Barman Slangor, telah menetapkan target penyaluran pembiayaan sebesar Rp8,2 triliun untuk tahun ini, dengan pertumbuhan sebesar 12 persen dibanding tahun sebelumnya. Strategi utama yang diusung perusahaan untuk meraih target tersebut adalah memanfaatkan inovasi dan teknologi kecerdasan buatan (AI). Salah satu poin fokus adalah optimalisasi sistem credit scoring AI untuk menilai kelayakan kredit konsumen, dengan tujuan mengurangi risiko dan memperluas penyaluran yang berkelanjutan. Selain itu, integrasi AI dan deepfake verification dalam sistem verifikasi wajah juga ditingkatkan untuk mendeteksi potensi penipuan siber. Dalam upaya mencapai target, PT Akulaku Finance juga memperluas bisnis ke wilayah-wilayah baru di luar Pulau Jawa, terutama di kota-kota tier 2 dan 3 di Indonesia. Pihak perusahaan akan mendalami pasar di Pulau Sumatera dan wilayah timur Indonesia untuk meratakan distribusi pembiayaan. Meskipun demikian, tantangan seperti perbedaan gaya hidup dan daya beli masyarakat antar wilayah menjadi hal yang harus dihadapi. Untuk mendukung ekspansi bisnis, PT Akulaku Finance telah melakukan diversifikasi pendanaan melalui kemitraan dengan berbagai institusi perbankan, termasuk upaya menjajaki kemungkinan pendanaan dari luar negeri. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu perusahaan mencapai target pertumbuhan yang telah ditetapkan, seiring dengan upaya untuk terus memperluas jaringan pembiayaan.


