Kantor Wilayah Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah telah berhasil mengurangi peredaran uang palsu di wilayah tersebut sebesar 34 persen pada tahun 2025, turun dari 69 persen pada tahun 2024. Kepala KwP Bank Indonesia Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna, menyebut pencapaian ini sebagai hasil kerjasama lintas sektor dan juga sebagai bukti meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap risiko peredaran uang palsu. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kewaspadaan di tengah-tengah masyarakat terhadap uang yang tidak asli. Copyright © ANTARA 2026. Dilarang keras mengambil konten tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


