Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah menjalin kerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) dalam perjanjian pemberian pinjaman daerah senilai Rp400 miliar. Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyebut bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat pembiayaan pembangunan daerah di tengah keterbatasan fiskal APBD. Ada 41 kegiatan strategis yang akan didanai melalui pinjaman tersebut, termasuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan pelabuhan. Selain itu, proyek besar seperti Monumen Bahasa Pulau Penyengat dan Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib di Kota Tanjungpinang juga akan didanai melalui pinjaman ini.
Ansar menargetkan pengembalian pinjaman sebesar Rp400 miliar dengan suku bunga 7,75 persen akan selesai dalam kurun waktu tiga tahun. Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen untuk menjaga stabilitas fiskal sambil memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana. Gubernur Ansar juga membuka peluang kerja sama lebih lanjut dengan Bank BJB di masa depan terkait CSR dan dukungan perusahaan. Dia mengapresiasi dukungan Bank BJB dalam program pembangunan Kepri dan berharap kerja sama ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan pembangunan di Kepulauan Riau dapat terus didorong dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Semua pihak, baik pemerintah maupun Bank BJB, bertekad untuk menjalankan program ini dengan efisien demi kemajuan daerah. Semoga sinergi ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pembangunan dan kemajuan Kepulauan Riau ke depan.


