Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan seiring dengan turunnya indeks regional lain seperti Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, Taiwan TAEIX, ASX. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Irvan Susandy, menjelaskan bahwa penurunan IHSG ini disebabkan oleh eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel. Ada kekhawatiran di pasar terkait gangguan rantai pasok global terutama terkait energi karena Iran menutup Selat Hormuz. Hal ini memicu keprihatinan akan krisis energi, yang juga tercermin dari kenaikan harga minyak dunia.
Irvan juga menyatakan bahwa penurunan IHSG sejalan dengan kondisi bursa saham Asia lainnya, seperti Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, Taiwan TAEIX, ASX. Bahkan, Bursa Korea Selatan sempat mengalami trading halt setelah turun lebih dari 8 persen. Pada Rabu, IHSG melemah 251,47 poin atau 3,17 persen ke posisi 7.688,29. Data perdagangan menunjukkan frekuensi transaksi saham sebanyak 1.843.291 kali dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 30,95 miliar lembar senilai Rp15,89 triliun.
Sementara itu, bursa saham regional Asia juga turun pada hari yang sama. Nikkei, Shanghai, Kospi, Hang Seng, dan Strait Times mengalami penurunan. Dalam situasi ini, pasar terus memantau perkembangan konflik antara Iran-AS, yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG. BEI juga mengeluarkan informasi terkait kepemilikan saham di atas 1 persen. Dengan demikian, kondisi IHSG dan pasar saham regional terus dipengaruhi oleh faktor geopolitik yang memanas, sehingga berdampak pada pergerakan harga saham dan indeks regional lainnya.


