Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pelemahan pada Rabu sore karena dipicu oleh kombinasi sentimen negatif. Kombinasi tersebut antara lain adalah eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan pemangkasan outlook kredit Indonesia oleh Fitch Ratings. IHSG ditutup melemah 362,70 poin atau 4,57 persen menjadi 7.577,06, sementara indeks LQ45 turun 33,14 poin atau 4,11 persen ke posisi 772,44. Fitch Ratings merevisi outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun peringkat utang Indonesia tetap di level BBB. Penurunan outlook ini disebabkan oleh sentralisasi kebijakan yang semakin kuat yang berpotensi mempengaruhi berbagai aspek ekonomi Indonesia. Revisi ini juga memperburuk sentimen negatif setelah peringatan S&P Global Ratings kepada Indonesia. Konsekuensinya, terjadi lonjakan biaya dana negara, pelemahan rupiah, dan penjualan agresif di sektor perbankan. Selain itu, bursa saham Asia juga terdampak dengan anjloknya IHSG karena kekhawatiran akan gangguan rantai pasok global terkait dengan situasi di Timur Tengah. Para investor pun beralih ke aset safe haven seperti emas dan dolar AS, meninggalkan pasar saham emerging markets. Pada sesi perdagangan saham, sektor-sektor saham mengalami koreksi, di mana sektor barang baku, transportasi & logistik, serta barang konsumen non primer turun signifikan. Meskipun demikian, terdapat beberapa saham yang tetap menguat meskipun mayoritas mengalami pelemahan. Transaksi saham tercatat sebanyak 3.302.236 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp29,72 triliun. Bursa saham regional Asia juga mengalami pelemahan pagi ini, mencerminkan ketegangan di pasar global karena situasi geopolitik yang tidak stabil.


