Dukungan strategis dari Indonesia Re dalam mengembangkan kerangka Disaster Risk Financing and Insurance (DRFI) diharapkan dapat memperkuat ketahanan bencana nasional. Seminar Internasional tentang Transfer Risiko Bencana yang diselenggarakan di Bandung menjadi platform penting untuk memperkuat ekosistem pembiayaan dan asuransi risiko bencana di Indonesia.
Pada acara tersebut, Direktur Teknik dan Operasi Indonesia Re, Delil Khairat, menekankan pentingnya pemodelan risiko dalam kebijakan transfer risiko bencana. Adanya kerjasama antara pihak pemerintah, industri, akademisi, dan praktisi diharapkan dapat menghasilkan solusi yang efektif dalam mengelola risiko bencana.
Indonesia Re juga turut aktif dalam mendukung pengembangan ekosistem DRFI nasional melalui program capacity building dan peningkatan kompetensi tim nasional sesuai standar internasional. Skema transfer risiko berbasis asuransi parametrik yang dipresentasikan mendapat apresiasi karena dianggap sebagai model kolaborasi yang efektif.
Selain itu, peluncuran ITB Center for Catastrophic Risk and Finance juga menjadi agenda penting dalam forum tersebut. Pusat riset multi-institusional tersebut diharapkan dapat memperkuat basis data dan analisis risiko untuk mendukung kebijakan pembiayaan dan perlindungan bencana yang lebih terukur.
Dengan adanya dukungan dari Indonesia Re dan mitra strategisnya, diharapkan pemanfaatan model risiko bencana yang dihasilkan pusat riset nasional dapat mendukung pengambilan kebijakan yang lebih baik, pengembangan produk perlindungan, serta penguatan industri perasuransian nasional dalam menghadapi risiko bencana yang semakin kompleks.


