Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah mengambil langkah signifikan dengan mengajukan pinjaman daerah senilai Rp2 triliun untuk menyelamatkan proyek infrastruktur strategis. Pemprov Jawa Barat mengalami penurunan kapasitas fiskal hingga Rp3 triliun, sehingga langkah tersebut diambil agar proyek-proyek besar seperti Jalur Puncak II, underpass, dan flyover tidak terhenti karena keterbatasan ruang gerak APBD reguler tahun 2026.
Dedi menegaskan bahwa pinjaman ini bukan cek kosong dan akan diselesaikan dengan skema cicilan hingga tahun 2030 selama masa kepemimpinannya. Dana segar ini akan berasal dari skema kredit sindikasi antara PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Bank BJB. DPRD Jawa Barat telah menerima surat pernyataan resmi dari gubernur terkait rencana pinjaman ini sebagai jalur realistis jika pendapatan daerah tidak mencukupi.
Dedi juga menjelaskan bahwa poin dalam surat tersebut menegaskan kepatuhan Pemprov Jabar terhadap arahan Kemendagri terkait penyusunan APBD 2026. Rencana pinjaman Rp2 triliun tersebut masih dalam tahap pernyataan komitmen resmi sebelum dilaksanakan teknis pencairan dana. Bunifueditor: Biqwanto SitumorangCopyright © ANTARA 2026


