Pemerintah Kota Jakarta Utara telah memastikan bahwa kebutuhan dasar para penyintas banjir yang masih mengungsi terpenuhi di berbagai lokasi di daerah setempat. Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, meninjau langsung kondisi para pengungsi di Kelurahan Semper Timur, di mana tercatat sebanyak 129 jiwa yang berasal dari tiga RW. Dalam upaya penanganan, Pemkot Jakut telah menyiapkan fasilitas tempat istirahat, makanan, minuman, serta kebersihan bagi para pengungsi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti Suku Dinas Sosial, Baznas Bazis, Danramil, Polres, dan lainnya.
Selain menangani pengungsi, Hendra Hidayat juga memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal, baik secara tatap muka maupun daring. Terkait dengan pasokan listrik, PLN telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memadamkan gardu listrik di area terdampak banjir demi keselamatan warga. Meskipun banjir melanda, layanan kepada masyarakat tetap berlanjut dan warga tetap bisa mengakses layanan di kantor kelurahan, kecamatan, maupun wali kota.
Di sisi lain, Lurah Semper Timur, Tien Septimar, melaporkan bahwa jumlah pengungsi di wilayahnya mencapai 129 orang, yang berasal dari berbagai kelompok usia. Kelurahan menyediakan layanan kesehatan dan makanan siap saji bagi para pengungsi serta telah menangani keluhan kesehatan yang umum dialami oleh mereka. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mencatat sekitar 822 warga di Jakarta Utara mengungsi akibat banjir, dengan sebagian di antaranya berada di kecamatan Cilincing dan Tanjung Priok.
Dengan upaya penanganan dan pelayanan yang terorganisir dan terkoordinasi dengan baik, Pemkot Jakarta Utara berharap agar genangan air segera surut dan para pengungsi dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Upaya-upaya ini juga menjadi contoh bagaimana respons yang cepat dan tanggap terhadap bencana dapat membantu masyarakat yang terdampak untuk pulih dari situasi krisis.


