Banjir yang melanda sejumlah lokasi di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, mulai surut pada Senin malam. Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, Purwanti Suryandari, menyatakan bahwa banjir di Daan Mogot sudah mulai surut. Titik terakhir yang masih tergenang air terletak di sekitar Jalan Pulo Nangka II karena daerah tersebut cenderung cekung, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk surut.
Purwanti menjelaskan bahwa banjir di Jalan Daan Mogot disebabkan oleh naiknya muka air Kali Mookevart yang diperparah dengan kondisi sheetpile atau turap yang bocor di beberapa titik. Hal ini terjadi karena tingginya air Kali Mookervart yang membuat air keluar melalui celah-celah sheetpile. Jakarta hari ini diguyur hujan dengan intensitas ekstrem, di mana kondisi tersebut melebihi kapasitas infrastruktur yang ada. Curah hujan di atas 150 telah mencapai level ekstrem.
Banjir itu menyebabkan kemacetan panjang hingga empat kilometer mulai dari depan SMK Telkom hingga Rusun Pesakih. Kendaraan roda dua, roda empat, truk logistik, dan bus TransJakarta terjebak dalam kemacetan tersebut. Bahkan, beberapa kendaraan nyaris tidak bergerak sama sekali karena lajur jalan menyempit akibat pengendara yang menghindari sisi kiri jalan.
Keadaan tersebut memperparah situasi lalu lintas di sekitar Jalan Daan Mogot. Pengguna jalan diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintasi daerah terdampak banjir. Penyebab utama banjir di Jakarta Barat ini masih terus dipantau oleh pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dalam penanggulangannya.


