PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) memproyeksikan pertumbuhan penjualan produk keju di Indonesia yang semakin meningkat sejalan dengan kesadaran akan konsumsi makanan sehat. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), disetujui pembagian dividen tunai senilai Rp73,12 miliar atau 49,8 persen dari laba bersih tahun buku 2024. Dividen tunai tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham pada 23 Mei 2025. Sementara itu, sisa laba bersih akan dialokasikan sebagai cadangan umum dan cadangan wajib sesuai ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas.
Selain itu, terdapat perubahan susunan pengurus dengan Dewan Komisaris yang baru dan Dewan Direksi yang telah disepakati dalam RUPST. Perseroan juga memutuskan untuk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk memperluas bidang usaha ke dalam Perdagangan Besar Makanan dan Minuman Lainnya serta merencanakan pembelian kembali saham.
Dalam rencana strategis 2025, perseroan akan fokus pada memperkuat posisi di channel GT dan MT, memperluas jalur distribusi, melakukan edukasi kepada masyarakat tentang produk inovatif, dan mengembangkan channel FS. Selain itu, perseroan juga akan memperluas pasar utama di ASEAN dan mengeksplorasi area baru.
Pada tahun 2024, perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,26 triliun dengan peningkatan 24 persen year on year (yoy) dibanding tahun sebelumnya. Laba bersih perseroan juga mengalami peningkatan signifikan, mencapai Rp147 miliar atau 83 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Dengan proyeksi pertumbuhan yang stabil dan strategi yang terarah, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) optimis bahwa penjualan produk keju di Indonesia akan terus berkembang.








