Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan mengalami koreksi mendekati level support 6.400 hari ini. Penurunan ini dipicu oleh tekanan yang terjadi akibat upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang terus mendorong The Fed untuk memotong suku bunga. Keprihatinan pelaku pasar meningkat terhadap independensi The Fed dengan penyerangan tajam Trump terhadap Ketua The Fed, Jerome Powell.
IHSG dibuka dengan kenaikan 9,11 poin atau 0,14 persen menjadi 6.455,08. Sementara itu, Indeks LQ45 turun 0,17 poin atau 0,02 persen ke posisi 721,62. Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst di BNI Sekuritas, menyatakan bahwa IHSG cenderung mengalami koreksi mendekati level 6.400 seiring desakan Trump terhadap The Fed.
Trump meminta agar The Fed segera memangkas suku bunga acuannya dan bahkan mengancam untuk memecat Jerome Powell. Komentar Trump telah mempengaruhi pelemahan dolar AS dan kenaikan harga emas. Investor mulai beralih ke aset safe haven di tengah tidak adanya kemajuan dalam perdagangan global.
Di sisi lain, bank sentral China mempertahankan suku bunga pada saat mata uang Yuan tertekan akibat ketegangan perdagangan AS-China. Sementara itu, bursa saham AS Wall Street mengalami penurunan pada hari Senin dengan Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite turun.
Di Asia, indeks Nikkei melemah sedikit, indeks Shanghai menguat, indeks Kuala Lumpur turun, dan indeks Straits Times juga mengalami penurunan. Penurunan ini dipicu oleh tekanan pada saham-saham teknologi dan saham-saham raksasa lainnya.
Pergerakan pasar saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti desakan Trump terhadap The Fed, ketegangan perdagangan AS-China, dan tidak adanya kemajuan dalam negociasi global. Selain itu, kenaikan harga emas dan pelemahan dolar AS juga menjadi faktor yang mempengaruhi pasar saham global.








