RDF Rorotan: Upaya Pemprov DKI Jakarta Atasi Bau Sampah dan Gangguan Lingkungan
Tempat pengolahan sampah menjadi bahan bakar atau Refuse Derived Fuel (RDF) di Jakarta Utara kerap bermasalah dengan bau yang menyengat. Hal ini menjadi sorotan warga sekitar, di mana mereka mengeluhkan bau busuk, pestisida, bahkan zat kimia yang tercium dari fasilitas tersebut. Selain bau, asap hitam yang pekat dan polutan plastik juga menjadi perhatian masyarakat sekitar. Masalah semakin kompleks ketika beberapa warga dikabarkan mengalami gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan radang selaput mata.
Dalam upaya menangani masalah ini, Pemprov DKI Jakarta melalui Gubernur Pramono Anung telah memberikan instruksi untuk mengosongkan bunker sampah serta produk RDF yang telah menumpuk. Fasilitas pengolahan sampah RDF di Cilincing, Jakarta Utara, berusaha memberikan solusi dengan meningkatkan pengendalian bau dan emisi. Mereka telah memasang berbagai alat seperti deodorizer, teknologi ozonisasi, alat sterilisasi sinar ultraviolet, serta filter karbon aktif untuk menjaga kualitas udara dan tidak mengganggu lingkungan sekitar.
Selain itu, upaya lainnya termasuk penanaman pohon di sekitar fasilitas, pengaturan truk pengangkut sampah, serta penambahan stasiun pemantau kualitas udara di beberapa lokasi. Dengan melakukan langkah-langkah peningkatan tersebut, diharapkan masalah bau dan gangguan lingkungan lainnya di fasilitas RDF Rorotan dapat diselesaikan dengan baik. Dalam waktu dekat, diharapkan fasilitas ini dapat beroperasi secara resmi dan sesuai standar pada bulan Juli 2025.


