Pengamat pasar modal Yazid Muammar melihat valuasi murah dan potensi pembagian dividen sebagai pendorong harga saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance /TUGU) di tengah tekanan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menurutnya, valuasi sektor asuransi umum masih dianggap terdiskon, dengan rata-rata rasio Price to Book Value (PBV) sektor tersebut berada di 0,58x. TUGU sendiri diperdagangkan di 0,33x PBV, di bawah rata-rata industri dan sektor keuangan. Potensi return dari investasi saham TUGU terlihat menarik, mengingat total aset perusahaan mencapai Rp26,4 triliun dan kinerja keuangan yang positif pada tahun 2024.
Dengan proyeksi dividen sebesar 40 persen dari laba tahun berjalan, potensi dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham bisa mencapai Rp300 miliar. Ini berarti dividen per saham dapat mencapai Rp84, yang setara dengan yield 8,7 persen dengan harga saat ini. Berdasarkan perhitungan Yazid, jika menggunakan target PBV historis TUGU, nilai wajar sahamnya diperkirakan mencapai Rp1.330 per saham, dengan potensi upside sekitar 36,4 persen ditambah dengan yield 8,7 persen.
Prestasi keuangan TUGU pada tahun 2024 juga terlihat dari pertumbuhan premi bruto sebesar 11 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp8,5 triliun dan pendapatan yang tumbuh 10 persen yoy menjadi Rp3,9 triliun. Meskipun beban klaim neto tumbuh 7 persen dan beban usaha turun 4 persen, laba Perseroan tetap meningkat. Pada akhir Desember 2024, total aset TUGU mencapai Rp26,4 triliun dengan nilai ekuitas konsolidasi sebesar Rp10,5 triliun.
Analisis Yazid Muammar memberikan pandangan positif terhadap potensi pertumbuhan saham Tugu Insurance, dengan penilaian valuasi yang menarik dan proyeksi dividen yang menguntungkan. Judul Source : Klik sini


