Thursday, October 8, 2026
HomeBisnis**PLN EPI Tingkatkan Pemanfaatan Biomassa Desa lewat Biodes**

**PLN EPI Tingkatkan Pemanfaatan Biomassa Desa lewat Biodes**

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengembangkan program Biomassa dari Desa atau Biodes untuk memperkuat pasokan bahan bakar biomassa bagi pembangkit listrik. Program ini menempatkan desa bukan sekadar sebagai penyedia bahan baku, melainkan sebagai bagian dari proses produksi, pengolahan, hingga distribusi biomassa ke pembangkit.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan Biodes dirancang dengan menggabungkan potensi biomassa desa, pertanian terpadu, pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan rantai pasok. Menurut dia, pendekatan tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan biomassa bagi program cofiring, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi dan lingkungan.

“Inovasi Biodes merupakan wujud komitmen PLN EPI dalam membangun ekosistem biomassa yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Mamit dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Menjawab keterbatasan pasokan biomassa

Pengembangan Biodes didorong oleh keterbatasan biomassa berbasis limbah yang siap digunakan. Mengacu pada data Kementerian ESDM tahun 2022, potensi biomassa dari limbah diperkirakan mencapai titik jenuh sekitar 2,4 juta ton. Sementara itu, masih terdapat kesenjangan pasokan sekitar 7,6 juta ton untuk memenuhi target cofiring dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.

Karena itu, Biodes tidak hanya mengandalkan limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Program tersebut juga mendorong penanaman tanaman energi di lahan kering atau marjinal. Tanaman energi dikembangkan dengan pola tumpang sari bersama tanaman pangan agar pasokan biomassa dapat berjalan beriringan dengan manfaat ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat.

Officer Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI Khalda Az Zahra mengatakan pendekatan itu membuat desa berperan lebih luas dalam ekosistem biomassa.

“Tidak hanya mengandalkan limbah yang sudah tersedia, Biodes juga mendorong penanaman tanaman energi secara tumpang sari dengan tanaman pangan, sehingga aspek keberlanjutan pasokan biomassa dapat berjalan beriringan dengan manfaat ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat desa,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, PLN EPI menggunakan enam pendekatan utama, yakni optimalisasi potensi biomassa desa, penanaman tanaman energi dengan pola tumpang sari, pengembangan rantai pasok berbasis spoke-hub, peningkatan kualitas dan kuantitas biomassa, digitalisasi melalui marketplace, serta integrasi desa dengan industri.

Dimulai dari Cilacap

Implementasi awal Biodes berlangsung di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sejak 2023 dengan memanfaatkan lahan seluas 106 hektare. Tahapannya meliputi survei dan sosialisasi, penerapan sistem pertanian terpadu, panen dan pengumpulan hasil di subhub, produksi biomassa melalui BUMDes, hingga pengiriman bahan bakar ke PLTU Adipala, Cilacap.

Model subhub dan hub digunakan untuk mengumpulkan biomassa dari berbagai sumber di tingkat desa. Bahan tersebut kemudian diolah dan dikonsolidasikan sebelum dikirim ke pembangkit. PLN EPI menilai pola ini dapat membuat logistik lebih efisien sekaligus membantu menjaga kualitas, kuantitas, dan kesinambungan pasokan.

Biodes diproyeksikan menghasilkan tambahan pasokan biomassa hingga 15.000 ton per tahun dengan melibatkan 330 petani. Program itu juga diperkirakan menciptakan 25 lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani kecil hingga Rp100.000 per hari per pekerja, serta menurunkan emisi gas rumah kaca sekitar 6.750 ton CO2e.

Inovasi tersebut telah dipaparkan oleh tim PLN EPI yang terdiri atas Khalda Az Zahra, Pandu Trijaka, dan Nurlita Dewi Utami dalam sesi Knowledge Hub Enlit Asia MKI Electricity Connect 2026.

Roadmap Biodes mencakup perluasan ke desa-desa di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. PLN EPI juga menyiapkan pengembangan bersama mitra pemasok di luar Jawa serta perluasan program di berbagai PLTU yang menerapkan cofiring. Secara bertahap, Biodes ditargetkan menjangkau hingga 100 desa dan membuka peluang pengembangan bisnis beyond kWh.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler