Thursday, October 8, 2026
HomeKriminalitasKronologi Penculikan 2 Anak Perempuan di Kalideres Jakbar

Kronologi Penculikan 2 Anak Perempuan di Kalideres Jakbar

Dua anak perempuan berinisial KI (9) dan CI (8) sempat hilang setelah berangkat les ke rumah tantenya di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (30/9) sore. Keduanya kemudian ditemukan di lokasi berbeda dalam kondisi syok, sementara polisi menyelidiki dugaan penculikan dan perampasan kalung emas.

Ibu korban, Juli (45), mengatakan kedua putrinya meninggalkan rumah sekitar pukul 15.15 WIB dengan mengendarai sepeda masing-masing. Perjalanan menuju rumah tante biasanya hanya memerlukan waktu sekitar lima menit. Namun, setelah ditunggu selama setengah jam, keduanya tidak kunjung tiba.

Pencarian bermula dari sepeda korban

Keluarga kemudian menelusuri rute yang biasa dilalui kedua anak tersebut. Sepeda milik KI dan CI ditemukan tergeletak di sebuah gang di belakang rumah sang tante.

Upaya pencarian lantas melibatkan keluarga, warga, ketua RT, ketua RW, hingga LMD setempat. Juli mengatakan keluarga baru melaporkan kejadian itu kepada unsur lingkungan setelah pencarian selama sekitar satu jam belum membuahkan hasil. Saat itu, keluarga belum melapor kepada polisi.

“Pertama keluarga dulu nyari. Udah satu jam nggak ketemu, akhirnya lapor RT, lapor RW, LMD semuanya dan mereka saling share. Tapi belum lapor ke polisi,” kata Juli di Jakarta, Jumat.

Sekitar pukul 17.50 WIB, KI ditemukan warga di kawasan Pegadungan, Kalideres. Menurut Juli, perempuan yang diduga membawa kedua anak itu menurunkan KI di tepi jalan dan mengarahkannya masuk ke permukiman.

Ketika ditemukan, KI disebut dalam keadaan syok dan linglung. Ia sempat menolak minum sebelum akhirnya menjawab pertanyaan warga. KI kemudian mengatakan bahwa adiknya dibawa oleh seorang perempuan yang disebutnya sebagai “ibu-ibu jahat”.

“Pas ditanya warga, dia baru mau jawab. Katanya adiknya dibawa ibu-ibu jahat. Dia mau ngejar, tapi tak terkejar,” ujar Juli.

Adik ditemukan di rumah kosong

Karena masih mengingat alamat rumahnya secara detail, KI diantar oleh ketua RT setempat untuk kembali kepada keluarganya. Sementara itu, CI ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB di sebuah rumah kosong di daerah Gempol Payak, Kalideres, arah Bandara Soekarno-Hatta.

CI tidak langsung berbicara dan selama hampir satu jam hanya memberi isyarat dengan tangan. Ia baru bersedia berkomunikasi setelah diajak berbicara di Pos RW setempat.

Juli menuturkan, berdasarkan keterangan kedua anak, pelaku mengintimidasi mereka agar tidak berbicara maupun berinteraksi dengan orang lain. Pelaku juga disebut melarang korban menerima minuman karena mengatakan minuman tersebut dapat membuat mereka keracunan.

“Kata ibu-ibu yang bawa aku, aku nggak boleh ngomong sama orang lain. Kalau diajak ngomong katanya nggak boleh ngomong. Kalau dikasih minum, nggak boleh minum. Nanti diracun,” kata Juli menirukan ucapan CI.

Pelaku terekam CCTV

Selain dugaan penculikan, keluarga menyebut pelaku mengambil kalung milik kedua korban. Kalung KI dilepas ketika ia diturunkan, sedangkan kalung CI diambil saat anak itu masih dibawa pergi.

Pelaku disebut mengendarai sepeda motor dan mengenakan jaket, helm, serta masker. Aksinya sempat terekam kamera CCTV di jalur yang dilalui kedua korban.

Kedua anak kini telah kembali berkumpul bersama keluarga. Juli mengatakan polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara pada malam setelah kejadian dan berharap pelaku segera ditangkap.

Sebelumnya, Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang menyatakan penyidik telah mendatangi lokasi dugaan penculikan dan perampasan tersebut. “Anggota sudah ke TKP (Tempat Kejadian Perkara),” kata Rihold melalui pesan singkat pada Rabu (30/9).

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler