Thursday, October 8, 2026
HomeHukumPerjalanan Karier Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru

Perjalanan Karier Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru

Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi memimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026. Ia menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo setelah memperoleh persetujuan DPR RI melalui Rapat Paripurna.

Penunjukan itu menutup perjalanan karier Suyudi selama lebih dari tiga dekade di lingkungan Polri. Lahir pada 14 Juli 1973, Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan Sespimti Polri.

Berawal dari fungsi reserse

Karier Suyudi dibangun dari pengalaman panjang di bidang reserse dan penanganan perkara pidana. Pada awal pengabdiannya, ia mendapat penugasan di lingkungan Brimob sebelum banyak menjalankan tugas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Di jajaran Polda Metro Jaya, Suyudi pernah menjadi penyidik dan menduduki sejumlah jabatan reserse, antara lain Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, serta Kanit Resmob Bareskrim Polri.

Pengalaman kewilayahan juga melengkapi rekam jejaknya. Suyudi pernah menjabat Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang, dan Kapolsek Metro Penjaringan. Setelah itu, ia dipercaya memimpin Polres Majalengka, Polres Bogor, Polresta Bogor Kota, hingga Polres Metro Jakarta Pusat.

Mulai 2017, Suyudi masuk ke jajaran Bareskrim Polri. Ia antara lain menjabat Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber. Pada 2019, ia kembali ke Polda Metro Jaya sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum.

Salah satu perkara yang berada dalam lingkup penanganannya ketika itu adalah penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Suyudi menyatakan akan melanjutkan penanganan perkara yang sebelumnya dikerjakan Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Dari Polda Banten ke BNN

Pada 2023, Suyudi dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, pada 26 Juni 2024, ia dipromosikan sebagai Kapolda Banten dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi atau jenderal bintang dua.

Selama memimpin Polda Banten, rekam jejaknya mencatat 4.155 tindak pidana ditangani sepanjang 2024. Sebanyak 3.509 perkara di antaranya berhasil diselesaikan. Kasus-kasus tersebut mencakup kejahatan konvensional, perkara ekonomi, serta kejahatan berbasis internet.

Pada Agustus 2025, Suyudi dimutasi menjadi perwira tinggi Bareskrim Polri dengan penugasan di luar struktur. Tidak lama kemudian, Presiden Prabowo melantiknya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 25 Agustus 2025, menggantikan Komjen Pol. Marthinus Hukom. Pangkatnya naik menjadi Komisaris Jenderal Polisi pada September 2025.

Salah satu penanganan besar selama ia memimpin BNN adalah pengungkapan jaringan narkotika internasional terkait penyelundupan sekitar dua ton sabu. Dalam operasi tersebut, BNN bersama sejumlah pihak menangkap Dewi Astutik alias PA di Sihanoukville, Kamboja, pada Desember 2025. Narkotika dalam perkara itu diperkirakan bernilai sekitar Rp5 triliun.

Bekal pendidikan dan tugas baru sebagai Kapolri

Suyudi menyelesaikan pendidikan PTIK pada 2003 dan memiliki gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K), Sarjana Hukum, serta Magister Sains. Pada 31 Januari 2026, ia memperoleh gelar Doktor Honoris Causa bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanegara. Ia juga menerima sejumlah tanda jasa, termasuk Bintang Bhayangkara.

Sebelum dilantik sebagai Kapolri, Suyudi menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR RI. Persetujuan DPR melalui Rapat Paripurna kemudian membuka jalan bagi pelantikannya sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026.

Kini, pengalaman di fungsi reserse, kepemimpinan di sejumlah wilayah, jabatan strategis di Bareskrim dan Polda Metro Jaya, serta tugasnya sebagai Kepala BNN menjadi bagian dari bekal Suyudi dalam memimpin Polri.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler